Sabtu, 15 Desember 2012

KERUGIAN DARI MENCONTEK


Sebenarnya mencontek memiliki banyak dampak, mencontek merupakan suatu hal yang sangat buruk, mencontek memiliki banyak dampak NEGATIF yaitu :
1.      Orang yang mencontek melahirkan SEORANG PENJAHAT : Mengapa orang yang mencontek sama dengan penjahat?, Coba pikirkan baik-baik, teman-teman mu yang lain sudah susah-susah belajar, orang yang mencontek tinggal ngebuka buku atau ngelirik teman atau kerjasama dengan yang lain. kebanyakan 8 dari 10 anak adalah anak yang tidak jujur. Pikirkan 2 anak yang jujur, walaupun mereka bekerja dengan Sistem “SKS”, itu 1.000.000 kali lebih baik dari pada mencontek. Orang yang mencontek bisa dikatakan curang, menghalalkan segala cara yang buruk demi mendapat nilai baik. Menurut saya, orang yang mencontek sama dengan KORUPTOR. Camkan kata kata berikut ini, “Jika saya mencontek berarti saya merupakan bibit-bibit penjahat dimasa depan”.
2.      Orang yang mencontek melahirkan BANYAK RESIKO ; Mencontek itu banyak resikonya, contohnya kalau kalian mencontek dan ketahuan bapak atau ibu guru bagaimana? lalu gimana kalau hukuman orang yang mencontek berat? waduh bisa-bisa kalian dilaporin sama orang tua kalian.
3.      Pelajaran yang tidak kita kuasai malah TAMBAH TIDAK DIMENGERTI : Jika kalian mencontek otomatis kita malah menambah ketidak mengertian kita kepada pelajaran yang kita contek, mengapa?, tentu jawabannya begini ; teman kalian yang belajar membaca dan memahami pelajaran yang diujikan sehingga teman-temanmu menjadi lebih unggul. Coba kalau kalian mencontek? apa yang akan terjadi?.
4.      Yang lebih parah adalah, MENAMBAH DOSA : Misalkan kalian yang mencontek tadi dapat nilai bagus maka orang tuamu akan menjadi bangga, nah itu sama saja kalian membohongi perasaan orang tuamu. AKIBAT MENCONTEK Bagi yang menyontek ketahuan oleh pengawas dapat dipastikan bagaimana kisah selanjutnya, bisa dikeluarkan dari ruang dan menanggung malu dan bahkan lebih fatal lagi adalah adalah didiskualifikasi dan dinyatakan tidak lulus ujian. Hal ini baru saja terjadi pada siswa di sebuah SMA favorit di Jakarta Timur. Ia adalah siswa yang pintar dan rajin. Ia dikeluarkan dari ruang ujian bahkan tidak diluluskan dalam ujian bukan karena ia menyontek. Tetapi yang ia lakukan adalah memberi contekan pada siswa yang lainnya. Bahkan mestinya guru sebagai pengawas yang memberikan contekan pada siswanya mestinya juga dikeluarkan dari jabatan atau profesinya, karena ia kontraproduktif dengan usaha-usaha sebelumnya, yaitu menanamkan banyak nilai-nilai bahwa siswa harus memgang kejujuran sekalipun langit akan runtuh. Akibat lebih jauh ketika seseorang sudah lulus dari lembaga pendidikan maka ia tidak bisa menghadapi persoalan kehidupannya. Mengapa banyak produk sekolah yang menganggur? Jangan-jangan itu karena penanaman nilai-nilai di sekolah mengalami kegagalan.
DAMPAK TERBURUK MENCONTEK :
1. CIKAL BAKAL KORUPSI di Indonesia semakin tumbuh dan berkembang
2. Semakin banyak muncul GENERASI KURANG KREATIF
3. Semakin BANYAK BEREDAR BARANG BAJAKAN
4. Semakin menurun KUALITAS sumber daya manusia (SDM)
5. Semakin meningkat KEBODOHAN
6. Menjadikan GENERASI PENERUS PEMALAS
7. Memunculkan SIKAP TIDAK SPORTIF dalam kompetisi
8. GENERASI MUDA PEMALAS.
PSIKOLOGI MENCONTEK                        :
1. Menyontek merupakan perbuatan yang tidak bagus, karena siswa tidak mandiri, yang     mengakibatkan kebodohan selamanya.
2. Menyontek merupakan siasat untuk kehancuran. Dan menyontek merupakan seseorang tidak bisa menguasai materi pelajaran.
3. Tempat menentukan prestasi, menurut saya salah, karena seseorang tersebut tidak bertanggung jawab dan selalu menghandalkan temannya, dan kemudian otaknya tidak berkembang selamanya sampai dia belajar untuk meraih cita cita kemudian.
 4. Seorang yang menyontek, kurang rasa percaya diri, dan kurang jujur, mengakibatkan kehancuran moral dan etikanya dalam berpikir
.MAU TAHU CARA AGAR TIDAK MENCONTEK ???
1. Iman dan taqwa terhadap Tuhan yang maha esa harus ditingkatkan.
2. Belajar dengan giat dan sungguh-sungguh.
3. Tolak jika ada peluang untuk melakukan mencontek.
4. Fikirkan pengorbanan, harapan dan perasaan orang tuamu.
5. Jangan berusaha mencari alasan untuk mencontek.
6. Fikirkanlah, walaupun kamu dapat nilai 0, lebih baik 100.000.000 triliun lebih baik dari pada mencontek. Dan jika kamu mendapat nilai 0, otomatis kalian bisa belajar lebih banyak lagi.

Sabtu, 01 Desember 2012

AYAT KURSI MENJELANG TIDUR

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.
Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.

"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi."
Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi."

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.
"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.

"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.
"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.
"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.
Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?"
"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.
"Itulah syaitan."

5 WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH S.A.W

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :

·    Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
·    Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.
·    Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.
·    Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.
·    Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.

Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuat saya takut kepada Allah S.W.T.
Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu :

·    Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesedaran hatinya.
·    Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata himat darinya.
·    Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya.
·    Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya.
·    Orang yang bodoh janganlah kamu harapkan sangat akan hidup hatinya.
·    Orang yang memilih berkawan dengan orang yang zalim janganlah kamu harapkan sangat kelurusan agamanya.

·    Orang yang mencari keredhaan manusia janganlah harapkan sangat akan keredhaan Allah daripadanya."