Minggu, 14 September 2014

Al-Khawarizmi Sang Matematikawan

Muammad bin Mūsā al-Khawārizmī

 

Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī Lahir sekitar tahun 780 M di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 M di Baghdad. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah. Ia merupakan seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia.
Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813 M-833 M. Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari Cina dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan oleh beliau. Ia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin ilmu. Banyak lagi konsep dalam matematika yang telah diperkenalkan Al-Khawarizmi yaitu beberapa diantaranya adalah geometri, aljabar, aritmatika, dan Astronomi yang masih digunakan samapai sekarang. Salah satunya dalam bidang astronomi yang membuat al-Khawarizmi terkenal. Astronomi dapat diartikan sebagai ilmu falaq pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang.
Buku pertamanya, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala (830 M) atau "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata algorisme dan algoritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit. Karya Al-Khawarizmi ini telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropa pada abad ke-12.


Adapun beberapa karya lain beliau adalah     :
1.      Kitab Surat Al-Ard "Pemandangan Bumi”, yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia.
2.      Dixit algorizmi berisi tentang aritmatika.
3.      Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, berdasarkan pendalaman geografis yamg ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius. Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa “buku ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini.” Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.
4.      Zīj al-sindhind "Tabel Astronomi” adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.
5.      Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd "Petunjuk Penanggalan Yahudi" yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishrī dimulai, memperhitungkan interval antara Era Yahudi (penciptaan Adam) dan era Seleucid ; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi.
6.      Sistem Nomor, beliau telah memperkenalkan konsep sifat yang penting dalam sistem penomoran pada zaman sekarang. Karyanya ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri.


Kepribadian al-Khawarizmi telah diakui oleh Islam maupun dunia Barat. Ini dapat dibuktikan dengan G.Sarton mengatakan bahwa“pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur….” Dalam hal ini Al-Khawarizmi. Tokoh lain, Wiedmann berkata…." al-Khawarizmi mempunyai kepribadian yang teguh dan seorang yang mengabdikan hidupnya untuk dunia sains".

Tidak ada komentar :

Posting Komentar