Jumat, 09 Juni 2017

TUGAS MULIA MEMBINA PENERUS BANGSA


Rumah Kepemimpinan adalah institusi yang menurutku berbeda dari institusi sejenis yang ada saat ini. Saat ini banyak sekali institusi-institusi yang mencoba untuk sama-sama membangun generasi penerus perjuangan bangsa ini yang telah dititipkan oleh para pahlawan kemerdekaan bangsa. Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi bangsa ini, karena dibalik permasalahan-permasalahan yang terus mendera masih ada orang-orang yang tetap peduli dan optimis bahwa Indonesia masa depan akan lebih baik dan menjadi salah satu bangsa yang disegani.
Kondisi ini membuat Rumah Kepemimpinan terus berjuang untuk tetap hidup dan membina insan-insan strategis hingga terciptanya pemimpin-pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Serangkaian pembinaan pun dijalankan dengan dengan segala inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh para pesertanya. Dibalik serangkaian pembinaan itu, ada seorang supervisor (SPV) yang dengan tulus dan ikhlas mengabdikan dirinya untuk institusi ini. Tugas yang tidak mudah tentunya harus diemban oleh SPV karena harus membuat para peserta Rumah Kepemimpinan dapat bersatu dan bersinergi membangun Indonesia.
Saat ini aku menjadi peserta Rumah Kepemimpinan Regional V Bogor angkatan 8. Menjadi seorang SPV mungkin menjadi salah satu impian bagi beberapa peserta Rumah Kepemimpinan. Karena dengan menjadi SPV di Rumah Kepemiminan secara tidak langsung kits sudah berkontribusi dalam membangun Indonesia dimasa mendatang.
Berbicara pembinaan adalah bicara tentang tugas utama seorang SPV. Mulai dari menyusun agenda pembinaan harian, pekanan, hingga bulanan sampai memantau dan membantu para peserta Rumah Kepemimpinan untuk berprestasi dan mengembangkan dirinya. Regional V Bogor menjadi salah satu regional yang menurutku memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, tidak hanya oleh Eksekutif Regional termasuk SPV, melainkan juga dari para peserta itu sendiri.
Jika aku diberi kesempatan untuk menjadi SPV, aku akan mencoba untuk menyelesaikannya bersama-sama dengan peserta. Permasalahan yang dihadapi oleh RK Bogor adalah semangat peserta untuk mengikuti agenda pembinaan semakin hari semakin berkurang. Selain itu, kurangnya kedekatan antar peserta membuat satu sama lainnya memiliki ego masing-masing, sehingga kegiatan-kegiatan RK yang sifatnya bersama-sama tidak berjalan secara maksimal.
Menjadi seorang SPV tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan dorongan yang kuat dan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar Rumah Kepemimpinan. Hal pertama yang aku lakukan andai aku menjadi seorang SPV di regional V Bogor adalah mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi dan menanyakan kondisi personal masing-masing peserta selama di bina di Rumah Kepemimpinan. Selain itu, saya akan membuat kesepakatan dengan peserta terkait pembentukan program-program yang itu sifatnya regional. Hal ini dilakukan karena, rata-rata program pembinaan yang dilakukan umumnya bersifat “top-down” sehingga peserta lama-kelamaan merasa jenuh dalam menjalankan program. Kondisi ini terjadi karena para peserta belum menaruh seluruh isi hati dan raganya untuk Rumah Kepemimpinan. Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan kesepatakan dengan peserta terkait dengan program regional yang dijalankan dan bersifat “Bottom-Up” dari peserta. Harapannya setelah dilakukan kegiatan ini para peserta dapat terbuka hatinya dan terpacu semangatnya untuk terus berjuang bersama-sama di Rumah Kepemimpinan.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar