Sudah kita ketahui bersama bahwa rokok merupakan
bisnis yang sangat menggiurkan bagi masyarakat Indonesia. Menurut data WHO,
Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia
setelah Cina dan India. Hal ini dibuktikan dengan orang terkaya di Indonesia
yang merupakan seorang pengusaha rokok. Rokok mengandung zat nikotin yang
membuat candu bagi yang mengonsumsinya. Hal ini menyebabkan rokok menjadi
kebutuhan primer bagi penikmat setianya dan bahkan dapat membuat ia lebih
memilih membeli rokok daripada nasi yang menjadi kebutuhan primer bagi orang
kebanyakan. Oleh sebab itu, bisnis rokok mulai dari proses hulu hingga hilir
sangat menjanjikan memberi keuntungan besar jika dilakukan di Indonesia
Dewasa ini perokok aktif tidak hanya terjadi
pada orang dewasa namun juga sudah merambah pada kaum remaja dan anak-anak.
Kondisi ini sangat disayangkan mengingat selain mengandung zat nikotin yang
membuat candu, rokok juga mengandung berbagai zat berbahaya lainnya seperti
amonia, formalin, arsen, tar, gas monoksida, serta tidak kurang 4000 racun
berbahaya lainnya terkandung di dalam rokok. Tidak tebayangkan apabila berbagai
zat berbahaya tersebut masuk ke dalam tubuh manusia terutama anak-anak dan
remaja yang seharusnya membutuhkan asupan nutrisi dan vitamin mineral yang
baik, justru mengonsumsi zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan tumbuh
kembangnya.
Bahaya asap rokok tidak hanya
membahayakan orang yang mengonsumsinya secara aktif namun juga orang yang
secara tidak sengaja menghirup asapnya dapat terkena bahayanya. Perilaku ini dapat meningkatan risiko
terjadinya penyakit tidak menular, seperti jantung, stroke, diabetes, kanker,
ginjal, bahkan kematian. Kondisi ini menjadi permasalahan kesehatan yang
dialami seluruh warga Indonesia dan juga pemerintah yang dapat meningkatkan
biaya kesehatan dan dapat menurunkan produktivitas masyarakat Indonesia.
Peningkatan konsumsi rokok yang terjadi
dari tahun ke tahun di Indonesia dapat menjadi ancaman bagi pembangunan
Indonesia. Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada perokok dewasa namun juga
bagi perokok anak-anak yang menjadi harapan masa depan Indonesia. Jika hal ini
terus berlanjut, pembangunan Indonesia masa depan akan terhambat bahkan dapat
mengalami penurunan. Selain itu, apabila terus terjadi peningkatan konsumsi
rokok bagi anak-anak dapat mematahkan impian Indonesia emas tahun 2045.
Indonesia merupakan negara dengan
potensi sumber daya manusia yang sangat potensial. Implikasi dari kondisi diatas
apabila terus berlanjut adalah kekuatan sumber daya manusia masa depan
Indonesia akan melemah, karena kehidupan mereka akan dikendalikan oleh rokok.
sehingga hal ini dapat mengakibatkan menurunnya pembangunan dalam sektor riil
dan non-riil pembagunan Indoesia. Sektor riil adalah sektor usaha kecil yang
ada di masyarakat terutama rakyat kecil, contohnya sektor pertanian,
pertambangan, dan industri ditambah kegiatan yang terkait dengan pelayanan
wisatawan internasional. Sektor rill merupakan fokus utama pembangunan
Indonesia sebagai negara yang masih dalam tahap berkembang. Sektor rill menjadi
dasar bagi pembangunan Indonesia karena sektor ini merupakan sektor yang paling
menyerap SDM dalam melakukan kegiatannya.
Untuk menanggulangi masalah rokok yang
mempengaruhi SDM Indonesia masa sekarang dan masa mendatang, yaitu dengan
mengurangi penggunaan rokok di masyarakat. Namun, untuk melakukan hal tersebut
perlu adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menyadarkan
masyarakat tentang bahaya rokok dan akibatnya bagi pembangunan bangsa. Upaya
yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan membuat peraturan yang dapat
membatasi konsumsi rokok di daerah publik, misalkan dengan membuat larangan
merokok di daerah tertentu yang sekiranya dapat merugikan orang lain dan
memberikan sanksi tegas kepada pelanggar. Selain itu, upaya pemerintah
menaikkan harga rokok menjadi dua kali lipat dari harga asli dapat berpengaruh
signifikan dalam menurunkan angka perokok di Indonesia. Adapun upaya dari
masyarakat dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi personal kepada para
perokok aktif tentang bahaya dan akibat
yang ditimbulkan dari merokok.
Apabila sinergi tersebut dapat dilakukan
dengan optimal, konsumsi rokok Indonesia dapat berpeluang besar untuk
diturunkan. Namun, hal terpenting yang harus ditanamkan adalah kesadaran
pribadi dari perokok itu sendiri bahwa mengonsumsi rokok itu berbahaya dan
merugikan orang lain yang ada di sekitarnya. Sehingga, bonus demografi yang
dialami Indonesia nantinya dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan terwujudnya
Indonesia emas 2045.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar