Jumat, 10 Februari 2017

Rokok Bahaya Masa Ini dan Masa Depan Bagi Pembangunan Bangsa

Sudah kita ketahui bersama bahwa rokok merupakan bisnis yang sangat menggiurkan bagi masyarakat Indonesia. Menurut data WHO, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India. Hal ini dibuktikan dengan orang terkaya di Indonesia yang merupakan seorang pengusaha rokok. Rokok mengandung zat nikotin yang membuat candu bagi yang mengonsumsinya. Hal ini menyebabkan rokok menjadi kebutuhan primer bagi penikmat setianya dan bahkan dapat membuat ia lebih memilih membeli rokok daripada nasi yang menjadi kebutuhan primer bagi orang kebanyakan. Oleh sebab itu, bisnis rokok mulai dari proses hulu hingga hilir sangat menjanjikan memberi keuntungan besar jika dilakukan di Indonesia
Dewasa ini perokok aktif tidak hanya terjadi pada orang dewasa namun juga sudah merambah pada kaum remaja dan anak-anak. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat selain mengandung zat nikotin yang membuat candu, rokok juga mengandung berbagai zat berbahaya lainnya seperti amonia, formalin, arsen, tar, gas monoksida, serta tidak kurang 4000 racun berbahaya lainnya terkandung di dalam rokok. Tidak tebayangkan apabila berbagai zat berbahaya tersebut masuk ke dalam tubuh manusia terutama anak-anak dan remaja yang seharusnya membutuhkan asupan nutrisi dan vitamin mineral yang baik, justru mengonsumsi zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Bahaya asap rokok tidak hanya membahayakan orang yang mengonsumsinya secara aktif namun juga orang yang secara tidak sengaja menghirup asapnya dapat terkena bahayanya.  Perilaku ini dapat meningkatan risiko terjadinya penyakit tidak menular, seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, ginjal, bahkan kematian. Kondisi ini menjadi permasalahan kesehatan yang dialami seluruh warga Indonesia dan juga pemerintah yang dapat meningkatkan biaya kesehatan dan dapat menurunkan produktivitas masyarakat Indonesia.
Peningkatan konsumsi rokok yang terjadi dari tahun ke tahun di Indonesia dapat menjadi ancaman bagi pembangunan Indonesia. Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada perokok dewasa namun juga bagi perokok anak-anak yang menjadi harapan masa depan Indonesia. Jika hal ini terus berlanjut, pembangunan Indonesia masa depan akan terhambat bahkan dapat mengalami penurunan. Selain itu, apabila terus terjadi peningkatan konsumsi rokok bagi anak-anak dapat mematahkan impian Indonesia emas tahun 2045.
Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya manusia yang sangat potensial. Implikasi dari kondisi diatas apabila terus berlanjut adalah kekuatan sumber daya manusia masa depan Indonesia akan melemah, karena kehidupan mereka akan dikendalikan oleh rokok. sehingga hal ini dapat mengakibatkan menurunnya pembangunan dalam sektor riil dan non-riil pembagunan Indoesia. Sektor riil adalah sektor usaha kecil yang ada di masyarakat terutama rakyat kecil, contohnya sektor pertanian, pertambangan, dan industri ditambah kegiatan yang terkait dengan pelayanan wisatawan internasional. Sektor rill merupakan fokus utama pembangunan Indonesia sebagai negara yang masih dalam tahap berkembang. Sektor rill menjadi dasar bagi pembangunan Indonesia karena sektor ini merupakan sektor yang paling menyerap SDM dalam melakukan kegiatannya.
Untuk menanggulangi masalah rokok yang mempengaruhi SDM Indonesia masa sekarang dan masa mendatang, yaitu dengan mengurangi penggunaan rokok di masyarakat. Namun, untuk melakukan hal tersebut perlu adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menyadarkan masyarakat tentang bahaya rokok dan akibatnya bagi pembangunan bangsa. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan membuat peraturan yang dapat membatasi konsumsi rokok di daerah publik, misalkan dengan membuat larangan merokok di daerah tertentu yang sekiranya dapat merugikan orang lain dan memberikan sanksi tegas kepada pelanggar. Selain itu, upaya pemerintah menaikkan harga rokok menjadi dua kali lipat dari harga asli dapat berpengaruh signifikan dalam menurunkan angka perokok di Indonesia. Adapun upaya dari masyarakat dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi personal kepada para perokok aktif  tentang bahaya dan akibat yang ditimbulkan dari merokok.
Apabila sinergi tersebut dapat dilakukan dengan optimal, konsumsi rokok Indonesia dapat berpeluang besar untuk diturunkan. Namun, hal terpenting yang harus ditanamkan adalah kesadaran pribadi dari perokok itu sendiri bahwa mengonsumsi rokok itu berbahaya dan merugikan orang lain yang ada di sekitarnya. Sehingga, bonus demografi yang dialami Indonesia nantinya dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan terwujudnya Indonesia emas 2045.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar