Rabu, 12 Juli 2017

Sholeh di Ramadhan??? Sholeh juga Setelahnya

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).
Kata “Ramadhan” memiliki arti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Hal ini sesuai dengan kondisi pada saat Ramadhan dijadikan bulan yang diwajibkan untuk berpuasa, cuaca jazirah Arab pada saat itu sangat panas sehingga dapat membakar sesuatu yang kering. Bulan Ramadhan dijadikan bulan yang penuh keistimewaan dibandingkan bulan-bulan yang lainnya dengan  keagungan dan juga keutamaannya. Allah SWT memberikan keistimewaan bagi bulan Ramadhan karena dibulan ini mu’jizat terbesar yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Qur’an diturunkan. Selain itu, dibulan yang penuh dengan rahmat ini Allah SWT memerintahkan seluruh umat muslim baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda untuk melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan lamanya. Ibadah puasa menjadi ibadah yang istimewa karena merupakan ibadah yang menjalankannya dan Allah SWT saja yang mengetahuinya, sehingga tantangan untuk menjalankannya begitu berat dan hanya orang-orang yang memiliki iman diatas rata-rata saja yang dapat menjalankannya dengan maksimal.
Sebagai bulan yang penuh dengan keistimewaan, sudah tentu memiliki keutamaan. Keutamaan-keutamaan yang langsung Allah SWT memberikannya bagi orang-orang yang tulus ikhlas menjalankan dengan sepenuh jiwa dan iman yang memuncah. Banyak sekali keutamaan di bulan Ramadhan yang ditawarkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman, salah satunya adalah setan-setan yang biasa menggoda manusia untuk melakukan segala kemaksiatan dan menghalangi dari berbuat kebajikan di belenggu. Hal ini menjadi rahmat bagi kaum muslimin dan menjadi kesempatan besar untuk melakukan amal kebaikan dan meminta ampunan atas segala dosa-dosa yang telah dilakukan.
Momentum Ramadhan harus dijadikan kesempatan untuk berlomba-lomba dalam melakukan amalan ibadah baik itu ibadah mahdhah (ibadah yang murni ibadah, semata-mata tujuannya untuk mencari pahala) maupun ibadah yang sifatnya ghairu mahdhah (ibadah yang tidak murni ibadah. Satu sisi ibadah ini bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah dan bisa tidak jika hanya berniat untuk dunia). Hal ini dilakukan karena berdasarkan riwayat, “bahwa amalan sunnah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang sama dengan amal wajib. Satu amal wajib yang dikerjakan di bulan ini setara dengan 70 amal wajib. Barangsiapa yang memberi buka puasa untuk seorang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka, dan baginya pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” Kondisi seperti ini hanya terjadi pada saat bulan Ramadhan saja, tidak terjadi di bulan-bulan yang lain selain Ramadhan. Oleh sebab itu, sering kita melihat umat muslim ketika bulan suci Ramadhan tiba masjid seketika penuh, banyak orang-orang yang membaca Al-Qur’an, berlomba-lomba dalam bersedekah, dan juga menutup auratnya sesuai ajaran islam.
Namun, fenomena ini hanya bertahan rata-rata 10 hari di awal bulan Ramadhan. Setelah 10 hari awal Ramadhan berlalu ibadah-ibadah yang sudah dilakukan seketika ditinggalkan dan hanya sebatas formalitas saja kadangkala. Hanya sebagian kecil orang saja yang masih terus istiqamah untuk memanfaatkan momentum Ramadhan ini, itupun memang orang-orang tertentu saja yang menjalankannya karena memang mereka mengetahui keutamaan Ramadhan dan sudah menjalankannya dari tahun-tahun sebelumnya. Miris memang, sebagian besar tingkat keshalehan umat muslim terutama di Indonesia yang menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia hanya bertahan di bulan Ramadhan saja. Belakangan ini, fenomena shaleh di bulan Ramadhan saja mulai disadari oleh sebagian orang. Hal ini membuat orang-orang yang hatinya terpanggil dan ingin membantu membuat komunitas dan gerakan untuk membantu saudara-saudaranya sesama muslim untuk saling menjaga dan mengingatkan dalam hal kebaikan dan juga kesabaran. Karena sesungguhnya tujuan utama dari diperintahkannya kita untuk berpuasa di bulan Ramadhan dan keutamaan-keutamaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya adalah dapat mencapai derajat ketaqwaan yang hakiki.
Oleh sebab itu, perlu diperhatikan beberapa hal yang dapat menjaga kita untuk tetap istiqamah beribadah kepada Allah SWT tidak hanya dibulan Ramadhan saja amalan kita meningkat, namun dibulan-bulan setelah Ramadhan kita dapat terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya. Beberapa hal tersebut adalah :
1.      Memahami dan mengamalkan intisari dari dua kalimat syahadat.
2.      Memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.
3.      Mulai mengerjakan amalan-amalan yang sederhana namun mencoba untuk teratur.
4.      Tingkatkan keyakinan bahwa setiap hal yang kita lakukan akan ada balasannya di akhirat.
5.      Memiliki saudara dan sahabat yang saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan.
6.      Membaca kisah orang-orang shaleh dan meneladaninya.
7.      Perbanyak do’a dan memohon pertolongan dari Allah SWT untuk mendapat ridha-Nya.
Hal terpenting yang harus disadari adalah ingatlah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, tidak ada yang tau kapan malaikat izrail akan mencabut nyawa kita. Oleh sebab itu, maksimalkanlah waktu yang diberikan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya dengan setulus jiwa dan raga mudah-mudah ridha Allah selalu menyertai orang-orang yang taat dan istiqamah dalam beribadah kepada-Nya. Aamiin


Referensi:

Jumat, 09 Juni 2017

TUGAS MULIA MEMBINA PENERUS BANGSA


Rumah Kepemimpinan adalah institusi yang menurutku berbeda dari institusi sejenis yang ada saat ini. Saat ini banyak sekali institusi-institusi yang mencoba untuk sama-sama membangun generasi penerus perjuangan bangsa ini yang telah dititipkan oleh para pahlawan kemerdekaan bangsa. Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi bangsa ini, karena dibalik permasalahan-permasalahan yang terus mendera masih ada orang-orang yang tetap peduli dan optimis bahwa Indonesia masa depan akan lebih baik dan menjadi salah satu bangsa yang disegani.
Kondisi ini membuat Rumah Kepemimpinan terus berjuang untuk tetap hidup dan membina insan-insan strategis hingga terciptanya pemimpin-pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Serangkaian pembinaan pun dijalankan dengan dengan segala inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh para pesertanya. Dibalik serangkaian pembinaan itu, ada seorang supervisor (SPV) yang dengan tulus dan ikhlas mengabdikan dirinya untuk institusi ini. Tugas yang tidak mudah tentunya harus diemban oleh SPV karena harus membuat para peserta Rumah Kepemimpinan dapat bersatu dan bersinergi membangun Indonesia.
Saat ini aku menjadi peserta Rumah Kepemimpinan Regional V Bogor angkatan 8. Menjadi seorang SPV mungkin menjadi salah satu impian bagi beberapa peserta Rumah Kepemimpinan. Karena dengan menjadi SPV di Rumah Kepemiminan secara tidak langsung kits sudah berkontribusi dalam membangun Indonesia dimasa mendatang.
Berbicara pembinaan adalah bicara tentang tugas utama seorang SPV. Mulai dari menyusun agenda pembinaan harian, pekanan, hingga bulanan sampai memantau dan membantu para peserta Rumah Kepemimpinan untuk berprestasi dan mengembangkan dirinya. Regional V Bogor menjadi salah satu regional yang menurutku memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, tidak hanya oleh Eksekutif Regional termasuk SPV, melainkan juga dari para peserta itu sendiri.
Jika aku diberi kesempatan untuk menjadi SPV, aku akan mencoba untuk menyelesaikannya bersama-sama dengan peserta. Permasalahan yang dihadapi oleh RK Bogor adalah semangat peserta untuk mengikuti agenda pembinaan semakin hari semakin berkurang. Selain itu, kurangnya kedekatan antar peserta membuat satu sama lainnya memiliki ego masing-masing, sehingga kegiatan-kegiatan RK yang sifatnya bersama-sama tidak berjalan secara maksimal.
Menjadi seorang SPV tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan dorongan yang kuat dan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar Rumah Kepemimpinan. Hal pertama yang aku lakukan andai aku menjadi seorang SPV di regional V Bogor adalah mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi dan menanyakan kondisi personal masing-masing peserta selama di bina di Rumah Kepemimpinan. Selain itu, saya akan membuat kesepakatan dengan peserta terkait pembentukan program-program yang itu sifatnya regional. Hal ini dilakukan karena, rata-rata program pembinaan yang dilakukan umumnya bersifat “top-down” sehingga peserta lama-kelamaan merasa jenuh dalam menjalankan program. Kondisi ini terjadi karena para peserta belum menaruh seluruh isi hati dan raganya untuk Rumah Kepemimpinan. Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan kesepatakan dengan peserta terkait dengan program regional yang dijalankan dan bersifat “Bottom-Up” dari peserta. Harapannya setelah dilakukan kegiatan ini para peserta dapat terbuka hatinya dan terpacu semangatnya untuk terus berjuang bersama-sama di Rumah Kepemimpinan.


Jumat, 10 Februari 2017

Rokok Bahaya Masa Ini dan Masa Depan Bagi Pembangunan Bangsa

Sudah kita ketahui bersama bahwa rokok merupakan bisnis yang sangat menggiurkan bagi masyarakat Indonesia. Menurut data WHO, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India. Hal ini dibuktikan dengan orang terkaya di Indonesia yang merupakan seorang pengusaha rokok. Rokok mengandung zat nikotin yang membuat candu bagi yang mengonsumsinya. Hal ini menyebabkan rokok menjadi kebutuhan primer bagi penikmat setianya dan bahkan dapat membuat ia lebih memilih membeli rokok daripada nasi yang menjadi kebutuhan primer bagi orang kebanyakan. Oleh sebab itu, bisnis rokok mulai dari proses hulu hingga hilir sangat menjanjikan memberi keuntungan besar jika dilakukan di Indonesia
Dewasa ini perokok aktif tidak hanya terjadi pada orang dewasa namun juga sudah merambah pada kaum remaja dan anak-anak. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat selain mengandung zat nikotin yang membuat candu, rokok juga mengandung berbagai zat berbahaya lainnya seperti amonia, formalin, arsen, tar, gas monoksida, serta tidak kurang 4000 racun berbahaya lainnya terkandung di dalam rokok. Tidak tebayangkan apabila berbagai zat berbahaya tersebut masuk ke dalam tubuh manusia terutama anak-anak dan remaja yang seharusnya membutuhkan asupan nutrisi dan vitamin mineral yang baik, justru mengonsumsi zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Bahaya asap rokok tidak hanya membahayakan orang yang mengonsumsinya secara aktif namun juga orang yang secara tidak sengaja menghirup asapnya dapat terkena bahayanya.  Perilaku ini dapat meningkatan risiko terjadinya penyakit tidak menular, seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, ginjal, bahkan kematian. Kondisi ini menjadi permasalahan kesehatan yang dialami seluruh warga Indonesia dan juga pemerintah yang dapat meningkatkan biaya kesehatan dan dapat menurunkan produktivitas masyarakat Indonesia.
Peningkatan konsumsi rokok yang terjadi dari tahun ke tahun di Indonesia dapat menjadi ancaman bagi pembangunan Indonesia. Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada perokok dewasa namun juga bagi perokok anak-anak yang menjadi harapan masa depan Indonesia. Jika hal ini terus berlanjut, pembangunan Indonesia masa depan akan terhambat bahkan dapat mengalami penurunan. Selain itu, apabila terus terjadi peningkatan konsumsi rokok bagi anak-anak dapat mematahkan impian Indonesia emas tahun 2045.
Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya manusia yang sangat potensial. Implikasi dari kondisi diatas apabila terus berlanjut adalah kekuatan sumber daya manusia masa depan Indonesia akan melemah, karena kehidupan mereka akan dikendalikan oleh rokok. sehingga hal ini dapat mengakibatkan menurunnya pembangunan dalam sektor riil dan non-riil pembagunan Indoesia. Sektor riil adalah sektor usaha kecil yang ada di masyarakat terutama rakyat kecil, contohnya sektor pertanian, pertambangan, dan industri ditambah kegiatan yang terkait dengan pelayanan wisatawan internasional. Sektor rill merupakan fokus utama pembangunan Indonesia sebagai negara yang masih dalam tahap berkembang. Sektor rill menjadi dasar bagi pembangunan Indonesia karena sektor ini merupakan sektor yang paling menyerap SDM dalam melakukan kegiatannya.
Untuk menanggulangi masalah rokok yang mempengaruhi SDM Indonesia masa sekarang dan masa mendatang, yaitu dengan mengurangi penggunaan rokok di masyarakat. Namun, untuk melakukan hal tersebut perlu adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menyadarkan masyarakat tentang bahaya rokok dan akibatnya bagi pembangunan bangsa. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan membuat peraturan yang dapat membatasi konsumsi rokok di daerah publik, misalkan dengan membuat larangan merokok di daerah tertentu yang sekiranya dapat merugikan orang lain dan memberikan sanksi tegas kepada pelanggar. Selain itu, upaya pemerintah menaikkan harga rokok menjadi dua kali lipat dari harga asli dapat berpengaruh signifikan dalam menurunkan angka perokok di Indonesia. Adapun upaya dari masyarakat dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi personal kepada para perokok aktif  tentang bahaya dan akibat yang ditimbulkan dari merokok.
Apabila sinergi tersebut dapat dilakukan dengan optimal, konsumsi rokok Indonesia dapat berpeluang besar untuk diturunkan. Namun, hal terpenting yang harus ditanamkan adalah kesadaran pribadi dari perokok itu sendiri bahwa mengonsumsi rokok itu berbahaya dan merugikan orang lain yang ada di sekitarnya. Sehingga, bonus demografi yang dialami Indonesia nantinya dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan terwujudnya Indonesia emas 2045.

KOPERASI PERTANIAN??? NAFAS BARU BAGI PETANI INDONESIA

Pada masa tahun 2020 – 2030 Indonesia akan menghadapi kondisi dimana usia produktif penduduknya lebih banyak daripada usia non-produktif jika dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Kondisi ini seharusnya dapat dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya oleh generasi pernerus bangsa agar Indonesia dapat menjadi negara maju yang dapat mensejahterakan rakyatnya. Namun, jika melihat kondisi saat ini rasanya cita-cita untuk menjadi negara maju itu masih sangat sulit untuk diwujudkan. Kondisi ini dapat dilihat dari keadaan pertanian Indonesia yang sampai saat ini masih menghadapi berbagai masalah yang belum terselesaikan. Pertanian menjadi tolak ukur kesejahteraan masyarakat Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya dari pertanian.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar petani Indonesia masih berada pada taraf hidup yang kurang memadai. Hal ini, bertolak belakang dengan potensi pertanian Indonesia yang begitu potensial apabila dikembangkan dan dikelola dengan optimal. Sehingga, seharusnya para petani Indonesia dapat menikmati kehidupan yang layak bahkan diatas rata-rata orang kebanyakan. Kehidupan para petani yang terbilang kurang sejahtera disebabkan oleh beberapa permasalahan yang melatarbelakanginya. Untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut fokus utamanya terletak pada bagaimana menemukan solusinya. Solusi utama yang dapat dilakukan yaitu dengan membentuk koperasi yang fokus pada pembangunan pertanian.
Pengertian koperasi menurut ICA (International Co-operative Alliance) sebagai badan Internasional yang menaungi koperasi di seluruh dunia, Koperasi “merupakan perkumpulan otonom dari orang-orang yang bergabung secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya mereka yang sama melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis yang dapat menjadi wadah  petani dalam melakukan kegiatan usahataninya agar lebih terarah dan optimal”. Tujuan utama koperasi bukanlah untuk mendapatkan keuntungan (profit) sebesar – besarnya. Namun, untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dengan menjunjung tinggi asas dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Hal ini tercermin dari nilai-nilai yang dibangun dalam koperasi yaitu menolong dan tanggung jawab, demokrasi, persamaan, keadilan dan solidaritas.
Dengan dibentuknya koperasi pertanian semoga dapat membantu petani dalam menyelesaikan masalah-masalah yang menjerat mereka selama ini. Koperasi pertanian membawa suasana kekeluargaan dalam seluruh kegiatannya. Sehingga dengan hadirnya koperasi pertanian menjadi nafas baru bagi petani untuk merubah kehidupannya menjadi lebih sejahtera dan terarah. Banyak peran sejatinya yang dapat dimainkan oleh koperasi pertanian, diantaranya sebagai wadah koordinasi petani, sarana penggerak perubahan, penstimulus usaha para petani, serta berperan penting dalam meningkatkan kepedulian sosial antar anggota maupun luar anggota koperasi pertanian.
Masalah – masalah yang melatarbelakangi mengapa kehidupan petani Indonesia kurang sejahera dan terpinggirkan berasal dari dua sumber yaitu, permasalahan internal dan eksternal yang dihadapi oleh petani. Akan tetapi, secara garis besar permasalahan – permasalahan yang dihadapi petani diantaranya, (1) pengelolaan usahatani yang masih bersifat tradisional dan kurang memanfaatkan teknologi, (2) lemahnya permodalan menyebabkan usahatani para petani berskala kecil, (3) permasalahan infrastruktur khususnya di luar Pulau Jawa, (4) rendahnya posisi rebut tawar petani dalam pemasaran produk pertaniannya, serta (5) kebijakan dari pemerintah yang kurang mendukung pengembangan agribisnis sebagai sistem yang terintegrasi.
Oleh sebab itu, koperasi pertanian seharusnya dapat melaksanakan tugasnya untuk menyelesaikan pokok-pokok permasalahan yang dihadapi para petani dengan memainkan peran yang diembannya secara optimal sebagai kompetensi utama koperasi pertanian. Langkah kongkrit yang dapat dilakukan koperasi pertanian dalam rangka mewujudkan tujuan utamanya diantaranya (1) mengajak para petani khususnya petani gurem untuk bergabung menjadi anggota koperasi pertanian, (2) membuat forum yang mempertemukan seluruh anggota koperasi pertanian untuk menjelaskan peran dari koperasi pertanian, serta mengajak seluruh anggota untuk bertindak kooperatif dan berjalan bersama dalam upaya mewujudkan tujuan utama koperasi, (3) memberikan fasilitas kepada seluruh anggota untuk dapat meningkatkan produksi dan kualitas produk usahataninya, serta (4) mewadahi dan memfasilitasi anggota dalam proses usahataninya mulai dari hulu hingga hilir sehingga hal ini dapat meningkatkan posisi tawar (bargaining position) dan nilai kompetitif produk usahatani di pasar agribisnis.
            Tidaklah mudah untuk memainkan peran tersebut bagi koperasi pertanian secara menyeluruh dan optimal. Oleh sebab itu, perlu adanya kesadaran dan tindakan yang komperhensif dari petani, organisasi koperasi pertanian, serta pemerintah untuk saling membantu dalam meningkatkan perekonomian petani, masyarakat, dan bangsa Indonesia. Sehingga, pada tahun  2030 Indonesia dapat menjadi salah satu negara maju yang dapat menguasai dunia terutama dalam bidang ekonomi dan sosial.

Peran Lembaga Legislatif Mahasiswa sebagai Penyeimbang dalam Dinamika Pemilihan Raya Eksekutif di Institut Pertanian Bogor

Indonesia sebagai negara yang menjujung tinggi nilai-nilai demokrasi sudah sepatutnya dapat menerapkan sistem politik yang sesuai dengan budaya dan kondisi Indonesia pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Pasca reformasi, saat ini Indonesia sedang dalam masa transisi untuk menemukan sistem politik yang sesuai dengan ideologi dan kondisi bangsa. Menurut Miriam Budiarjo, Politik merupakan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan–tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan itu. Sedangkan menurut Aristoteles, politik berarti mengatur apa yang seyogyanya kita lakukan dan apa yang seyogyanya tidak dilakukan. Sehingga, dapat ditarik benang merahnya bahwa politik dapat memengaruhi dimensi lain dalam kehidupan serta harus menjunjung tinggi nilai demi kebaikan bersama dalam menjalankan seluruh aktivitas politiknya.  
Kedudukan sistem politik tersebut tidak hanya diterapkan dalam tataran kenegaraan saja namun juga perlu diterapkan pada tataran kampus. Hal ini dilakukan karena kampus merupakan suatu entitas pendidikan dimana para mahasiswa diajarkan tidak hanya dalam hal akademik namun juga non-akademik. Politik kampus adalah manifestasi dari gerakan mahasiswa. Berwujud pemerintahan mahasiswa. Kampus sebagai tempat lahirnya generasi intelektual masa depan, berpengaruh besar terhadap pembangunan manusia yang berkualitas dan kompeten dibidangnya. Selain itu, kampus juga merupakan tempat penanaman ideologi dan kaderisasi, sehingga adanya gerak politik di kampus adalah sebuah keniscayaan. Karena hal ini berkenaan dengan ideologisasi dan pendidikan politik.
Bebicara tentang kehidupan politik kampus, Institut Pertanian Bogor menganut sistem “Trias Poitica” dalam sistem perpolitikan kampusnya. Menurut Miriam Budiarjo, Trias Politica adalah anggapan bahwa kekuasaan suatu negara terdiri dari tiga macam kekuasaan : pertama, kekuasaan legislatif atau kekuasaan membuat undang-undang (dalam peristilahan baru sering disebut rule making function); kedua, kekuasaan eksekutif atau kekuasaan melaksanakan undang-undang (dalam peristilahan baru sering disebut rule applicaton function); ketiga, kekuasaan yudikatif atau kekuasaan mengadili atas pelanggaran undang-undang (dalam peristilahan baru sering disebut rule adjudication function). Trias Politica adalah suatu prinsip normatif bahwa kekuasaan-kekuasaan (function) ini sebaiknya tidak diserahkan kepada orang yang sama untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak yang berkuasa. Dengan demikian diharapkan hak-hak azasi warga negara lebih terjamin.
Sistem Trias Politca yang diterapkan di IPB menghasilkan tiga buah kekuasaan yang kemudian diimplementasikan kedalam tiga lembaga mahasiswa yang memiliki wewenang dan tupoksi berbeda-beda namun saling melengkapi. Ketiga lembaga mahasiswa tersebut terdiri dari : 1) BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sebagai lembaga eksekutif mahasiswa, 2) DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) sebagai lembaga legislatif mahasiswa, serta 3) MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) sebagai lembaga yudikatif mahasiswa yang kemudian menjadi lembaga kemahasiswaan tertinggi di IPB. Ketiga lembaga tersebut masuk kedalam naungan untuk seluruh mahasiswa IPB program sarjana dan diploma yaitu KM IPB (Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian bogor).
Hal terpenting dan menjadi salah satu bagian dari dinamika perpolitikan di IPB yaitu setiap tahunnya diadakan Pemilihan Raya Eksekutif yang merupakan ajang  pemilihan Presiden Mahasiswa dan wakil Presiden Mahasiswa serta ketua dan wakil ketua BEM fakultas untuk memimpin KM (Keluarga Mahasiswa) IPB dalam satu tahun kepengurusan. Pemilihan Raya ini dilaksanakan secara serentak di seluruh lingkungan kampus IPB selama dua hari. Sistem Pemilihan Raya ini sudah belangsung selama 18 tahun dimulai pada tahun 1998 pada saat KM IPB terbentuk. Masalah utama yang muncul dalam dan menjadi evaluasi dari tahun ke tahun adalah partisipasi mahasiswa IPB sebagai pemilik hak suara tidak menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon-calon pemimpin Badan Eksekutif Mahasiswa baik ditingkat fakultas maupun IPB. Seiring berjalannya waktu partisipasi mahasiswa IPB untuk memilih memiliki tren menurun dari tahun ke tahun, walaupun sempat mencapai angka partisipasi tertinggi pada tahun 2014 sebesar 65% namun tahun-tahun selanjutnya kembali mengalami penurunan yaitu pada tahun 2015 tingkat partisipasi mahasiswa sebesar 59% dan terakhir pada tahun 2016 tingkat partisipasi sebesar 54% yang merupakan tingkat partisipasi terendah sepanjang sejarah PEMIRA di IPB. Hal  ini dapat menunjukkan bahwa menurunnya tingkat partisipasi politik mahasiswa IPB mengindikasikan mulai memudarnya nilai-nilai demokrasi dalam diri mahasiswa IPB.
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai badan legislatif yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Pemilihan Raya berperan penting untuk mengkordinasikan perangkat PEMIRA. Perangkat PEMIRA ini bertanggungjawab dalam pelaksanaan PEMIRA di IPB. Sukses atau tidaknya pelaksanaan PEMIRA bergantung pada kesiapan perangkat serta kesadaran dari mahasiswa IPB sendiri. Dalam melaksankan kegiatan PEMIRA, perangkat PEMIRA terbagi menjadi tiga bagian terdiri dari : 1) KPR (Komisi Pemilihan Raya), 2) PPR (Panitia Pemilihan Raya), dan 3) PPP (Panitia Pengawas Pemilihan Raya). Perangkat ini memiliki tugas  dan fungsi yang berbeda-beda namun ketiganya saling membantu satu sama lain. KPR memiliki tugas untuk membuat peraturan dan konsep dari PEMIRA, PPP memiliki tugas untuk mengawasi jalannya PEMIRA agar berjalan secara tertib dan aman, sedangkan PPR memiliki tugas sebagai pelaksana teknis dalam mengadakan kegiatan PEMIRA. Selain itu, perangkat ini terbagi menjadi dua bagian yaitu perangkat PEMIRA tingkat fakultas dan perangkat Pemira tingkat pusat.
 DPM sebagai lembaga representatif mahasiswa berperan penting dalam menyeimbangkan dinamika PEMIRA sebagai bagian dari politik kampus.                                                                                                                                                                                                       Peran ini harus dioptimalkan dengan cara memaksimalkan fungsi yang dimiliki oleh DPM sebagai lebaga legislatif di tingkat mahasiswa. Fungsi tersebut diantaranya, fungsi controlling (pengawasan), budgeting (anggaran), dan yang terpenting adalah legislasi (pembuatan aturan dan perundang-undangan).

Solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam Pemilihan Raya adalah dengan melakukan publikasi yang masif kepada seluruh elemen mahasiswa IPB. Selain itu, perlu diadakannya pencerdasan kepada mahasiswa terkait pentingnya partisipasi mahasiswa dalam memilih pemimpinnya.

PEMUDA HARAPANKU

Hidup ialah langkah perjuangan
Perjuangan tuk menata nasib kemudian
Tak ada kata tak mungkin
Bagi insan muslim pengukir peradaban

Wahai pemuda...
Perangai elok tak cukup mewakili
Isi hati yang kan jadi saksi
Cinta suci nan penuh pengharapan
Bagai syair menusuk kalbu sang pujaan

Sadarlah...
Saudaraku engkaulah mata air yang kutunggu kehadirannya
Kupilih pundakmu tuk menyapih bumiku yang renta
Pemberi harapan bagi senyum dunia
Penuh  derita tak kan menghalagi dirimu berjuang untuk-Nya

Hai pemuda...
Itulah dirimu dengan sejuta makna
Satu tujuan membumikan islam di jagat raya

Created by :
Fikri Mauli Utomo
Agribisnis IPB 2014


Motivasi Karya :

Pemuda adalah harapan bangsa dan juga bagi kejayaan islam di bumi Allah ini. Pemuda memikili potensi yang sangat besar apabila dapat dikembangkan dengan optimal. Motivasi saya membuat karya ini adalah sebagai pemicu semangat sekaligus pengingat bagi saya untuk terus dapat menjadi seorang muslim yang produktif dan menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, puisi ini sebagai pendorong untuk terus bermanfaat dan menebar kebaikan bagi sekalian alam. Harapannya karya ini dapat menjadikan inspirasi bagi para pemuda muslim untuk terus membumikan islam di bumi Allah SWT ini.

Diterbitkan pada :
Antologi Buku "Pemuda Skala Nano"

Akulah Diriku

Langkah tegap bagaikan hulubalang yang setia pada sang raja
Berdiri tegak menyambut sapaan badai menerpa
Jiwa suci......
Sesuci tetesan embun menyelimuti dedaunan pagi
Menyapa penuh keselamatan kesejahteraan di hati

Wahai jagat raya...
Sambutlah insan pemimpi nan penuh pengharapan untuk berjuang
Dengan cinta dan pengorbanan, penuh rindu dan kasih sayang
Angan-angan hanyalah kereta tanpa kuda
Hanya niat dan langkah  tegap nan pasti yang membuatnya nyata
                                                                          
Akulah diriku....
Mencoba besar diantara raksasa dunia
Mencoba kecil dihadapan Sang Pencipta
Mencoba bersanding dengan bintang nan tinggi di angkasa
Mencoba bersandar pada rumput yang bersahaja

Jalan itu masih ada...
Secercah harapan masih terbersit dalam ingatan
Jiwa-jiwa tegar terus berjalan pada garis yang ditentukan
Halang rintang tak pernah lupa tuk terus menghadang
Menghalangi raga ini tuk terbang melayang
Hanya satu yang kutahu...

Akulah Diriku

Created by :
Fikri Mauli Utomo
Agribisnis IPB 2014



Motivasi Karya :
            Dengan semakin berkembangnya zaman pengaruh teknologi dan kebudayaan barat membuat nilai-nilai islam yang ada pada diri semakin memudar keberadaannya. Oleh sebab itu, motivasi saya membuat puisi ini adalah sebagai pengingat diri untuk terus berjuang dengan potensi yang dimiliki agar menjadi insan yang penuh iman dan ketaqwaan. Selain itu, puisi ini sebagai motivasi untuk terus berjuang dalam prestasi dan mengenali potensi diri yang sangat mungin utuk terus dikembangkan. Satu hal penting yang saya yakini bahwa Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang paling mulia. Oleh sebab itu, patutlah kita bersyukur dengan terus berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya. 

Diterbitkan pada :
Antologi Buku "Pemuda Skala Nano" 

Jumat, 06 November 2015

PERTANIAN INDONESIA YANG BERKUASA 2025

Gugusan pulau-pulau nan indah membentang dari Sabang hingga Merauke dikelilingi oleh lautan nan cantik yang menggoda setiap jiwa untuk menyelaminya, ditambah lagi gunung-gunung yang menancap kokoh ke bumi seakan-akan menantang jiwa-jiwa pemberani untuk menaklukkan puncaknya. Itulah Indonesia negeri yang menyimpan jutaan hal-hal menakjubkan yang tak dimiliki oleh negara manapun di dunia. Mulai dari adat istiadat, budaya, hingga kekayaan alam yang berpotensi besar jika dikembangkan dengan optimal. Maka tidaklah salah apabila dunia menyebut Indonesia sebagai Surga Dunia. 
Indonesia saat ini berpenduduk sekitar 250 juta jiwa sebuah angka yang tidak sedikit untuk jumlah penduduk di suatu negara, disamping itu jumlah SDM produktif yang dimiliki terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan diperkirakaan di tahun 2045 sebagian besar warga Indonesia adalah SDM yang produktif. Hal ini membuat Indonesia berpeluang besar untuk mencetak generasi unggul yang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang berkuasa di dunia. Untuk itu, perlu adanya kerja keras dan komitmen yang tinggi antara para pemimpin bangsa dengan para pemuda sebagai generasi penerus untuk mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki dalam rangka mewujudkan mimpi Indonesia menjadi negara yang berkuasa di dunia terutama dalam bidang pertanian di tahun 2045.
 Pertanian sebagai sektor yang paling berpotensi besar untuk dikembangkan. Dengan dianugerahi tanah yang sangat subur dengan kondisi iklim yang mendukung dapat menjadikan pertanian sebagai sumber perekonomian yang berpotensi besar untuk menguasai pasar dunia. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan. Hal ini dapat terwujud apabila timbul kesadaran dan kesungguhan dari masyarakat terutama petani dengan pemerintah untuk saling bahu-membahu dalam pembagunan pertanian Indonesia. Jika hal tersebut dapat dilakukan, sangat memungkinkan di tahun 2025 Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dan di tahun 2045 pertanian Indonesia dapat berkuasa di pasar dunia.  
Untuk mewujudkan mimpi pertanian Indonesia tersebut, Agribisnis adalah jawaban untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Hal ini dapat terwujud apabila seluruh subsistem dalam Agribisnis dalam berjalan dengan optimal, mulai dari subsistem hulu hingga hilir serta subsistem penunjang yang harus saling bersinergi dan saling melengkapi satu sama lain. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini sebagai pemangku kebijakan fokus utamanya harus tertuju pada sektor pertanian, mulai dari pengadaan bibit unggul, alsintan yang modern, hingga pendanaan yang optimal.
Selain itu, perlu juga dilakukan beberapa langkah dan kebijakan yang strategik dalam rangka mewujudkan pertanian Indonesia yang berkuasa di dunia pada tahun 2045, diantaranya :
1.       Melakukan berbagai macam penyuluhan yang dapat mengoptimalkan produksi pertanian ke berbagai daerah terutama daerah terpencil di Indonesia.
2.      Untuk mensejahterakan para petani terutama petani gurem yang merupakan mayoritas petani yang ada di Indonesia, harus dilakukan pembentukan wadah bagi mereka untuk dapat saling bahu-membahu dalam proses mensejahterkan diri mereka sendiri. Selain itu, harus dilakukan kerjasama antara instansi terkait baik dalam maupun luar negeri dalam melakukan penelitian pertanian dalam rangka mengoptimalkan seluruh subsistem pertanian mulai dari hulu hingga hilir.
3.      Dalam hal menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian perlu diciptakan program agribisnis kreatif untuk seluruh sektor pertanian mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan yang harus saling bersinergi untuk dapat menciptakan kreatifitas dalam menciptakan suatu produk yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.
4.      Selain itu perlu juga dilakukan dalam hal peningkatan kulitas SDM karena secara langsung SDM inilah yang akan menentukan keberhasilan suatu sistem pertanian. Oleh karena itu, perlu adanya pemberian beasiswa kepada anak-anak petani di Indonesia untuk dapat melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi yang berbasiskan pertanian dan diharapkan setelah lulus mereka dapat kembali dan memajukan pertanian di desa asalnya juga di Indonesia.

Jika langkah-langkah dan kebijakan ini dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh pihak dapat dipastikan Indonesia akan berjaya di tahun 2045 dengan predikat negara adidaya yang dapat mencapai swasembada pangan dan pertanian menjadi poros utama perekonomian Indonesia. 

Senin, 01 Desember 2014

IKMT 51



Ingatkah kawan?

Ketika jiwa belum saling mengenal
Ketika hati belum saling terpaut
Kita disatukan dalam balutan indahnya Ukhuwah Islamiyah
Dan ingatkan kawan?
Kita ini satu
Satu keluarga keluarga IKMT 51’
Teman!
Ikhlaslah dalam berdakwah
Karena lillah tujuan kita
Lupakan rasa lelah hilangkan rasa dengki bebaskan rasa iri
Karena ikhlas adalah pondasi yang kuat untuk
Berkontribusi
Berkontribusi untuk bangsa ini, berkontribusi untuk tegaknya Islam dibumi pertiwi
Satukan semangat bulatkan tekad
Buktikan kalau kita bisa
Bisa Istiqamah di jalan ini jalan yang diridhai-Nya
Bisa memberikan yang terbaik yang kita punya
Semata-mata hanya karena Allah yang dapat melahirkan buah
Prestasi
Prestasi yang membuat kita rendah diri
Prestasi yang membuat kita seperti padi
Padi yang semakin merunduk pabila semakin berisi
Yang menghasilkan bulir-bulir simpul, simpul yang menjadi
Ikatan
Ikatan yang kuat
Kuat seperti baja
Namun lembut selembut sutra
Yang bersatu membentuk
Keluarga
Keluarga yang saling melengkapi
Keluarga yang saling melindungi
Keluarga yang ringan sama dijinjing berat sama dipikul
Itulah kita sebagai seorang
Muslim
Muslim yang kuat
Muslim yang tangguh
Muslim yang menjadi cerminan di
TPB, IPB, dan Indonesia
Yang akan membuat Negeri ini
Negeri yang kaya
Negeri yang makmur
Menjadi Negeri yang baldhatun toyyibun warabbun ghafur
IKATAN KELUARGA MUSLIM TPB 51’
IKHLAS, KONTRIBUTIF, MEMBERI YANG TERBAIK YES YES YES ALLAHU AKBAR!!!



Created By :

Fikri Mauli Utomo 

Minggu, 14 September 2014

SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH

 IBNU TAIMIYAH


Ibnu Taimiyah lahir pada 22 Januari 1263/10 Rabiul Awwal 661 H dan wafat pada 1328/20 Dzulhijjah 728 H,  nama lengkapnya Abul Abbas Taqiuddin Ahmad bin Abdus Salam bin Abdullah bin Taimiyah adalah seorang pemikir dan ulama Islam dari Harran, Turki. Ia berasal dari keluarga religius. Ibnu Taimiyah lahir di zaman ketika Baghdad merupakan pusat kekuasaan dan budaya Islam pada masa Dinasti Abbasiyah. Ketika berusia enam tahun (tahun 1268), Ibnu Taimiyah dibawa ayahnya ke Damaskus disebabkan serbuan tentara Mongol atas Irak.
Semenjak kecil sudah terlihat tanda-tanda kecerdasannya. Begitu tiba di Damaskus, ia segera menghafalkan Al-Qur’an dan mencari berbagai cabang ilmu pada para ulama, hafizh dan ahli hadits negeri itu. Kecerdasan serta kekuatan otaknya membuat para tokoh ulama tersebut tercengang. Ketika umurnya belum mencapai belasan tahun, ia sudah menguasai ilmu ushuluddin dan mendalami bidang-bidang tafsir, hadits, dan bahasa Arab. Ia telah mengkaji Musnad Imam Ahmad sampai beberapa kali, kemudian Kutubu Sittah dan Mu’jam At-Thabarani Al-Kabir.
Suatu kali ketika ia masih kanak-kanak, pernah ada seorang ulama besar dari Aleppo, Suriah yang sengaja datang ke Damaskus khusus untuk melihat Ibnu Taimiyah yang kecerdasannya menjadi buah bibir. Setelah bertemu, ia memberikan tes dengan cara menyampaikan belasan matan hadits sekaligus. Ternyata Ibnu Taimiyah mampu menghafalkannya secara cepat dan tepat. Begitu pula ketika disampaikan kepadanya beberapa sanad, iapun dengan tepat pula mampu mengucapkan ulang dan menghafalnya, sehingga ulama tersebut berkata: "Jika anak ini hidup, niscaya ia kelak mempunyai kedudukan besar, sebab belum pernah ada seorang bocah sepertinya".
Sejak kecil ia hidup dan dibesarkan di tengah-tengah para ulama sehingga mempunyai kesempatan untuk membaca sepuas-puasnya kitab-kitab yang bermanfaat. Ia menggunakan seluruh waktunya untuk belajar dan belajar dan menggali ilmu, terutama tentang Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Di Damaskus ia belajar pada banyak guru, dan memperoleh berbagai macam ilmu diantaranya ilmu hitung (matematika), khat (ilmu tulis menulis Arab), nahwu, ushul fiqih. Ia dikaruniai kemampuan mudah hafal dan sukar lupa. Hingga dalam usia muda, ia telah hafal Al-Qur'an. Kemampuannya dalam menuntut ilmu mulai terlihat pada usia 17 tahun. Dan usia 19, ia telah memberi fatwa dalam masalah masalah keagamaan.
Ibnu Taymiyyah amat menguasai ilmu rijalul hadits (perawi hadits) yang berguna dalam menelusuri Hadits dari periwayat atau pembawanya dan Fununul hadits (macam-macam hadits) baik yang lemah, cacat atau shahih. Ia memahami semua hadits yang termuat dalam Kutubus Sittah dan Al-Musnad. Dalam mengemukakan ayat-ayat sebagai hujjah(dalil), ia memiliki kehebatan yang luar biasa, sehingga mampu mengemukakan kesalahan dan kelemahan para mufassir atau ahli tafsir. Tiap malam ia menulis tafsir, fiqh, ilmu 'ushul sambil mengomentari para filusuf . Sehari semalam ia mampu menulis empat buah kurrosah (buku kecil) yang memuat berbagai pendapatnya dalam bidang syari'ah.
 Ibnul Wardi menuturkan dalam Tarikh Ibnul Wardi bahwa karangannya mencapai lima ratus judul. Karya-karyanya yang terkenal adalah Majmu' Fatawa yang berisi masalah fatwa fatwa dalam agama Islam
Ibnu Taimiyah wafatnya di dalam penjara Qal`ah Dimasyq disaksikan oleh salah seorang muridnya Ibnul Qayyim, ketika beliau sedang membaca Al-Qur'an surah Al-Qamar yang berbunyi "Innal Muttaqina fi jannatin wanaharin".
Pendapat para ulama mengenai Ibnu Taimiyah :
v  Al-Hafizh Al-Mizzy mengatakan: "Aku belum pernah melihat orang seperti Ibnu Taimiyah.. dan belum pernah kulihat ada orang yang lebih berilmu terhadap kitabullah dan sunnah Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam serta lebih ittiba` dibandingkan beliau."
v  Al-Qadhi Abu Al-Fath bin Daqiq Al-Ied mengatakan: "Setelah aku berkumpul dengannya, kulihat beliau adalah seseorang yang semua ilmu ada di depan matanya, kapan saja beliau menginginkannya, beliau tinggal mengambilnya, terserah beliau. Dan aku pernah berkata kepadanya: Aku tidak pernah menyangka akan tercipta manusia seperti anda."
v  Al-Qadli Ibnu Al-Hariry mengatakan: "Kalau Ibnu Taimiyah bukah Syaikhul Islam, lalu siapa dia ini ?"

v  Syaikh Ahli nahwu, Abu Hayyan An-Nahwi, setelah beliau berkumpul dengan Ibnu Taimiyah berkata: "Belum pernah sepasang mataku melihat orang seperti dia ….. Kemudian melalui bait-bait syairnya, beliau banyak memberikan pujian kepadanya."